Selasa, 01 Oktober 2013

TARI TOPENG SINOK

Tarian Topeng Sinok, menceritakan tentang perempuan Brebes, yang pada umumnya mereka merupakan adalah wanita pekerja keras. Kecantikan, keluwesan, dan kenggunannya tak mengurangi kecintaan mereka pada alam dan pekerjaannya sebagai petani. Tari yang merupakan paduan bentuk seni Cirebon, Banyumas dan Surakarta tersebut, seolah hendak mengatakan bahwa perempuan daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat ini bukanlah pribadi yang manja, cengeng, dan malas.Topeng Sinok ini diproyeksikan untuk menjadi tarian khas yang nantinya akan dipromosikan dan diajarkan ke sekolah-sekolah dan dijadikan pelajaran muatan lokal di Kabupaten Brebes.
Cantik, luwes dan trengginas tergambar dalam tarian Topeng Sinok. Tarian khas Brebes, ciptaan Suparyanto ini, merupakan salah satu karya yang dipersembahkan Dewan Kesenian Kabupaten Brebes untuk masyarakat kota tersebut. Dipucu lantaran hingga kini, daerah tersebut belum mempunyai tarian khas seperti halnya yang dimiliki daerah lain.Tarian Topeng Sinok, menceritakan tentang perempuan Brebes, yang pada umumnya mereka merupakan adalah wanita pekerja keras. Kecantikan, keluwesan, dan kenggunannya tak mengurangi kecintaan mereka pada alam dan pekerjaannya sebagai petani. Tari yang merupakan paduan bentuk seni Cirebon, Banyumas dan Surakarta tersebut, seolah hendak mengatakan bahwa perempuan daerah perbatasan Jateng-Jabar ini bukanlah pribadi yang manja, cengeng, dan malas.
Pada penampilan perdananya, di Stadion Karangbirahi, tepatnya saat Kirab Budaya Hari Jadi Ke 333 Kabupaten Brebes, melibatkan 100 orang penari. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan SMA Negeri 1 Brebes, yang sangat peduli dengan seni budaya. Tarian ini dihelat dengan sangat mempesona.Kibasan sampur ditingkahi langkah anggun penarinya, membuat ribuan penonton tertegun, kagum dan bangga, karena Brebes kini mempunyai satu lagi karya budaya. Tentu saja karya ini, nantinya yang akan menjadi warisan turun-temurun bagi masyarakat setempat.
Topeng Sinok ini memang diproyeksikan untuk menjadi tarian khas yang nantinya akan dipromosikan dan diajarkan ke sekolah-sekolah dan dijadikan pelajaran muatan lokal. Ketua Dewan Kesenian, Lukman Suyanto menegaskan, Topeng Sinok akan coba dipromosikan dengan cara sosialisasi dan pelatihan-pelatihan kepada seluruh guru tari di Kabupaten Brebes.Dengan kegiatan itu, diharapkan tarian ini dapat dikenal dan dikuasai oleh generasi muda yang nantinya dapat melestaikan kesenian tersebut. "SMA Negeri 1 Brebes dipilih sebagai pilot project kesenian ini karena sekolah ini begitu mencintai kesenian. Di sekolah ini sebelumnya telah ada kesenian teater, musik dan paduan suara yang prestasinya sudah sampai tingkat Jateng," kata Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Brebes, Lukman Suyanto SH”.
Promosi Kesenian
Setelah pergelaran perdananya, tarian ini selanjutnya akan dipentaskan di Semarang, Jakarta dan Bali. Pada tahun-tahun sebelumnya, Dewan Kesenian Brebes juga selalu menampilkan kesenian binaannya seperti, Calung Bantarkawung, Umbul Randusanga Brebes, Sintren Larangan, Burok Tanjung dan lainnya.Bahkan selama empat tahun berturut-turut selalu menjadi penampil terbaik pada event tahunan Hari Jadi Kabupaten Jembrana, Bali. Pada event di Bali, Dewan Kesenian Brebes selalu menampilkan tarian kreasi karyanya, salah satunya adalah tarian Bawang Merah yang mendapat apresiasi dari pegiat seni di Pulau Dewata.
Promosi kesenian Brebes akan terus dilakukan selama tahun 2011. Ajang seperti Pergelaran Budaya Jateng atau promosi wisata Kabupaten Brebes di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan dipergunakan menggelar tari berdurasi 8 menit ini.Untuk itu, pihaknya berharap kepada masyarakat Brebes untuk mendukung budaya lokal yang nantinya menjadi kebanggaan bersama. Para stokeholder seperti Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, organisasi kepemudaan dan lain-lain juga dimohon turut serta berpartisipasi mengembangkan budaya agung ini.

Waduk Malahayu

Waduk Malahayu terletak di Desa Malahayu, Kecamatan BanjarharjoKabupaten Brebes,Jawa Tengah; ± 6 km dari Banjarharjo atau 17 km dari Tanjung. Luas kawasan ini sekitar 944 hektare dan dibangun pada tahun 1930 oleh Kolonial Belanda.
Fungsi waduk ini disamping sebagai sarana irigasi lahan pertanian wilayah Kecamatan Banjarharjo, Kersana, Ketanggungan, Losari, Tanjung dan Bulalakamba juga sebagai pengontrol banjir serta dimanfaatkan untuk rekreasi. Di obyek wisata ini dapat ditemukan panorama alam pegunungan yang indah, dikelilingi hutan jati yang luas dan telah dijadikan bumi perkemahan dan wana wisata.
Berbagai fasilitas tersedia di kompleks wisata ini antara lain kolam renang anak, mainan anak, becak air, perahu pesiar, perahu dayung, panggung terbuka serta disediakan tempat parkir yang cukup luas.
Pada setiap Idul Fitri diadakan Pekan Wisata dengan pentas orkes melayu/dangdut sebagai hiburan. Sementara Sedekah Waduk, dilaksanakan oleh masyarakat setempat setiap hari raya.
Mitos yang hidup di masyarakat sekitar waduk ini adalah bahwa pasangan pengantin baru wajib membasuh muka dengan air waduk. Konon, pasangan yang melaksanakan hal itu akan langgeng mengarungi mahligai rumah tangga. Karena itu, hampir setiap ada pengantin baru, mereka selalu menyempatkan diri berkunjung ke lokasi tersebut. Yang unik, mereka kadang-kadang datang masih mengenakan pakaian pengantin, dengan diiringi puluhan bahkan ratusan pengiring. Tradisi ini dilaksanakan selain dipercaya mengandung berkah kelanggengan bagi pasangan itu, juga sebagai upaya tolak bala.
Mujair goreng adalah hidangan istimewa di lokasi wisata ini. Beberapa warung makan yang mendirikan bangunan di timur waduk menyediakan ikan mujair goreng dengan harga murah.
Terkadang diadakan lomba balap perahu, lomba mancing, dan sebagainya. Penduduk setempat juga menggunakan perahu compreng untuk rekreasi air mengelilingi waduk.


Pantai Randusanga

Pantai Randusanga adalah salah satu pantai yang terletak di Brebes, letaknya di 7 kilometer dari jalan raya pantura kota brebes, atau lebih tepatnya di Randusanga Kulon, kecamatan Brebes. Untuk menuju pantai ini, mengunjung bisa dengan mudah menggunakan kendaraan jenis apapun, selain itu wisatawan dapat melihat perkebunan bawang merah yang terhampar luas selama perjalanan menujuk ke objek wisata pantai randusanga indah. Mendekati lokasi pantai anda akan disuguhi pemandangan tambak-tambak untuk budidaya rumput laut dan ikan bandeng.
Randusanga indah memiliki karakter pantai yang cukup luar, kurang lebih memiliki panjang sekitar 2 km dan luar lahan sekitar 30 Ha, pantai ini baru dikembangkan kurang lebih 10 Ha,dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes yang dibangun sekitar tahun 2001, dan untuk saat ini keberadaannya dikelola oleh Kantor Pariwisata Kabupaten Brebes.
Pantai ini termasuk pantai yang masih alami dengan fasilitas yang cukup lengkap, seperti berbagai atraksi air yang cukup menarik, seperti waterboom dan kolam becak air. Selain itu ada berbagai hiburan lainnya seperti panggung gembira anak-anak. arena remaja dan dewasa, pendopo, kafe dan panggung hiburan terbuka, mainan anak, arena balap motor,  rumah makan khas ikan laut, camping ground dan beberapa kios yang menjual oleh2 khas brebes seperti bawah merah dan telur asin.  Obyek wisata ini bisa menjadi trip alternatif untuk wisata sepeda atau jalan-jalan karena mempunyai garis pantai cukup panjang, dengan pasir pantainya yang tanpa batu dan udara laut yang segar sehingga menjadikan wilayah ini ideal untuk jalan-jalan.